Featured

Secarik angan..

This is the post excerpt.

Angan itu kian berkuasa,sebuah kesiapan tuk jatuhpun telah ku tanam dengan kuat,meski tak tau akan kah aku siap untuk menerima pekatnya pengharapan,tak pasti apa aku mampu tetap bangun saat pengharapanku perlahan sekarat,

Aku bahkan tak ingin hidup terlalu melankolis setelah perkara ini,sebab aku begitu jenuh terkurung gulana.

Hidup memanglah harus rasional tapi ada banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa selamanya selsai dengan rasional,dan saat ini aku hidup dalam pelukan angan.

Perihal Jejak

Tanganku mulai asyik berselancar diatas keyboard,,tampak kata demi kata dan akhirnya membentuk rangkaian kalimat-kalimat yang membenturkanku akan siluet dibalik tirai sadarku,sedari tadi tanganku bercengkrama mengisahkan perihal perkara senyum yang kerap kali membunuh egoku,seolah membiaskan rasa yang saat itu enggan tuk ku sapa.Mengapa? Entahlah ini cukup sukar tuk tertamsil,

Diam dengan setia merekam gejolak itu menjadi bahasa,

pasal ketidak berdayaanku yang patut diwakili,,